Penelitian ini didorong dengan maraknya siswa SMA/SMK yang melakukan pelanggaran, dimana ini menjadi fenomena yang ditemukan dari survei awal bahwa siswa sering izin hingga membolos saat Sekolah maupun PKL di tempat magang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini siswa SMK Airlangga Sidoarjo dengan jumlah 323 siswa. Penentuan sampel dengan tabel Krejcie dan Morgan dengan kesalahan 5% sehingga jumlah sampel 175 siswa, teknik pengambilan sampel proportionate stratified random sampling. Variabel penelitian ini adalah subjective well-being. Penelitian diukur menggunakan skala yang mengacu pada teori Diener&Watson. Berdasarkan aspek-aspek subjective well-being, afeksi positif, afeksi negatif dan kepuasan hidup. Skala PANAS (The Positive and Negative Affect Schedule) yang dikembangkan Watson dan skala Satisfaction with Life Scale (SWLS) yang dikembangkan Diener. Keduanya diadaptasi Pratiwi dengan hasil analisis uji coba skala subjective well-being menunjukkan dari 25 aitem pernyataan menjadi 18 aitem valid. Skala ini diadopsi oleh peneliti dengan nilai reliabilitas skala PANAS dan skala (SWLS) lebih besar dari rtabel (0,148). skala PANAS memiliki reliabilitas 0,787 > 0,148 dan skala (SWLS) memiliki reliabilitas 0,748 > 0,148 dihitung menggunakan bantuan SPSS 26, sehingga setiap butir pertanyaan pada skala bersifat reliabel. Hasil penelitian ditemukan 36 siswa (21%) memiliki tingkat Subjective well-being kategori tinggi, 111 siswa (63%) memiliki tingkat Subjective well-being sedang, dan 28 siswa (16%) memiliki tingkat Subjective well-being rendah. Dari hasil tersebut diketahui bahwa tingkat subjective well-being siswa SMK Airlangga tergolong sedang.
Copyrights © 2025