Penelitian ini menganalisis pengaruh suku bunga BI Rate, inflasi, dan jumlah uang beredar terhadap nilai tukar rupiah pada era digital payment di Indonesia. Menggunakan Error Correction Model (ECM) dengan 108 observasi bulanan periode Januari 2016–Desember 2024, penelitian ini mengungkap pergeseran fundamental dalam mekanisme transmisi kebijakan moneter seiring perkembangan sistem pembayaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) BI Rate berpengaruh positif signifikan terhadap nilai tukar, mengindikasikan sifat reaktif-defensif kebijakan moneter Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap tekanan depresiasi yang telah terjadi; (2) Inflasi tidak berpengaruh signifikan dalam jangka pendek karena mekanisme Purchasing Power Parity (PPP) memerlukan akumulasi perbedaan inflasi selama 3–5 tahun; (3) Jumlah uang beredar M2 merupakan determinan terkuat depresiasi rupiah dengan pengaruh positif sangat signifikan; (4) Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh sangat signifikan dengan R-squared 33,87% dan speed of adjustment 41,63% per bulan. Era digital payment mempercepat transmisi kebijakan moneter dengan half-life penyesuaian hanya 1,3 bulan, jauh lebih cepat dibandingkan studi sebelumnya (3–6 bulan). Penelitian ini merekomendasikan penguatan sistem pemantauan likuiditas real-time dan pengembangan algorithm-based intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar di era digitalisasi.
Copyrights © 2026