Perkembangan media digital telah mengubah pola penyebaran informasi, termasuk informasi keagamaan, yang kini berlangsung cepat, viral, dan sering kali terlepas dari konteks yang utuh. Kondisi ini memunculkan berbagai persoalan, seperti beredarnya berita agama tanpa sumber yang jelas, potongan hadis tanpa konteks, serta klaim keagamaan anonim yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep tabayyun dalam perspektif hadis serta relevansinya terhadap fenomena informasi digital. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Sumber data primer berupa kitab-kitab hadis yang memuat hadis-hadis tentang kehati-hatian dan verifikasi informasi, sedangkan sumber data sekunder meliputi buku dan artikel jurnal yang membahas media digital dan informasi keagamaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan tematik (maudhuâi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tabayyun dalam hadis mencakup prinsip selektivitas informasi, verifikasi sumber, kehati-hatian dalam penyampaian, serta pertimbangan dampak informasi sebelum disebarluaskan. Prinsip-prinsip tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam menghadapi karakter informasi digital yang cepat dan fragmentaris, sehingga tabayyun dapat dijadikan sebagai landasan etika komunikasi dan literasi digital keislaman, khususnya dalam menyikapi informasi keagamaan di ruang digital.
Copyrights © 2026