Penelitian ini dilatar belakangi oleh tuntutan era Masyarakat 5.0, yang berfokus pada penggabungan cita-cita humanistik dan kemajuan teknologi dalam pendidikan, menginspirasi penelitian ini karena menyoroti pentingnya kinerja guru dalam meningkatkan pembelajaran siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana Integrasi Kehidupan Kerja, Kecerdasan Emosional, dan Budaya Kerja Inklusif memengaruhi kinerja guru di Perguruan Dr. Wahidin Sudirohusodo Medan. Pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda digunakan dalam prosedur ini. Menurut temuan, Integrasi Kehidupan Kerja, Kecerdasan Emosional, dan Budaya Kerja Inklusif semuanya berperan dalam efektivitas guru. Dengan koefisien determinasi sebesar 43,7%, ketiga variabel ini juga cukup berpengaruh. Hasil ini menunjukkan bahwa produktivitas guru dapat ditingkatkan melalui pemb fostering lingkungan kerja yang lebih inklusif, peningkatan kecerdasan emosional, dan promosi keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, untuk membantu siswa berhasil di kelas saat ini, sekolah harus terus berupaya untuk menyempurnakan ketiga bidang ini.
Copyrights © 2026