ABSTRACT Anemia during pregnancy remains a prevalent health problem and is associated with an increased risk of complications for both the mother and the fetus. This condition calls for intervention strategies that are not only effective but also feasible to implement within the community context. This study aims to examine the effectiveness of providing supplementary food based on processed chicken liver in the form of nuggets on changes in hemoglobin levels among anemic pregnant women in Sumberrejo Village. This research employed a quantitative approach using a quasi-experimental design, in which a single group of subjects was observed through pretest and posttest measurements after receiving the intervention. A total of 15 respondents were selected purposively based on predetermined criteria. Hemoglobin levels were measured in two stages, before and after the intervention, and analyzed using a paired t-test with a significance level of 5%. The results showed an increase in the mean hemoglobin level after the intervention compared to the baseline, rising from 10.29 g/dL to 11.35 g/dL. Statistical testing yielded a p-value of 0.005, indicating a statistically significant difference. These findings suggest that the consumption of chicken liver nugget products has a significant effect on improving hemoglobin levels in pregnant women with anemia. Therefore, the utilization of local food sources rich in iron, particularly through innovative processing methods, has strong potential as a practical, effective, and contextually appropriate nutritional intervention to support anemia prevention among pregnant women. ABSTRAK Anemia selama kehamilan masih menjadi persoalan kesehatan yang cukup dominan dan berimplikasi pada meningkatnya risiko gangguan bagi ibu maupun janin. Situasi ini menuntut adanya strategi intervensi yang tidak hanya efektif, tetapi juga mudah diterapkan dalam konteks masyarakat. Penelitian ini difokuskan untuk mengkaji efektivitas pemberian makanan tambahan berbasis olahan hati ayam dalam bentuk nugget terhadap perubahan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia di Desa Sumberrejo. Dalam penelitian ini digunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu, di mana satu kelompok subjek diamati melalui pengukuran awal dan pengukuran akhir setelah diberikan perlakuan. Sebanyak 15 responden dipilih secara purposive sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan pada dua tahap, yaitu sebelum dan setelah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rerata kadar hemoglobin setelah intervensi dibandingkan kondisi awal, yaitu dari 10,29 g/dL menjadi 11,35 g/dL. Uji statistik menghasilkan nilai p sebesar 0,005 yang menunjukkan adanya perbedaan bermakna secara statistik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsumsi nugget berbahan hati ayam memberikan pengaruh yang bermakna dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil yang mengalami anemia. Oleh karena itu, penggunaan bahan pangan lokal yang tinggi kandungan zat besinya, khususnya melalui pengolahan yang inovatif, memiliki peluang besar sebagai pilihan intervensi gizi yang mudah diterapkan, efisien, dan sesuai untuk mendukung pencegahan anemia pada ibu hamil.
Copyrights © 2026