Pemilihan lokasi pelabuhan yang optimal secara signifikan mempengaruhi efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing rantai pasok Minyak Sawit Mentah (Crude Palm Oil). Sebagai salah satu pusat ekspor CPO Kota Dumai menghadapi tantangan kompleks terkait biaya logistik, keandalan operasional, keselamatan kerja, penerimaan sosial, dan risiko lingkungan. Penelitian ini bertujuan menetukan pemilihan lokasi pelabuhan ekspor CPO di kota Dumai dengan menerapkan fuzzy Delphi juga Proses Hierarki Analitik (AHP) yang dikombinasikan dengan kriteria berbasis keberlanjutan. Tiga dimensi utama dipertimbangkan dalam penelitian ini yaitu: ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perbandingan berpasangan digunakan untuk menentukan bobot lokal dan global, dan lokasi alternatif dievaluasi dan diurutkan sesuai dengan itu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya logistik, kesehatan dan keselamatan kerja, serta risiko polusi merupakan sub-kriteria yang paling berpengaruh, dan perlindungan lingkungan dalam pengambilan keputusan lokasi pelabuhan. Di antara alternatif yang dievaluasi, Pelabuhan Pelindo meraih skor keseluruhan tertinggi sebesar 0,456, diikuti oleh Pelabuhan Lubuk Gaung dengan skor 0,342 dan Pelabuhan Pelintung dengan skor 0,202. Keunggulan Pelabuhan Pelindo terutama disebabkan oleh biaya logistik yang lebih rendah, keandalan layanan yang lebih tinggi, kinerja keselamatan yang lebih baik, dan fasilitas pengelolaan limbah yang lebih memadai.
Copyrights © 2026