Abstrak. Kebakaran pada bangunan bertingkat, khususnya gedung pendidikan, merupakan risiko kritis yang dapat menimbulkan kerugian material dan korban jiwa. Permasalahan utama dalam mitigasi kebakaran adalah kurangnya integrasi antar sistem proteksi, seperti deteksi, alarm, pemadam otomatis, dan jalur evakuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi sistem proteksi kebakaran terintegrasi pada gedung kampus melalui pendekatan kuantitatif berbasis observasi lapangan dan simulasi. Parameter yang dianalisis meliputi waktu deteksi, respons sistem sprinkler, waktu evakuasi, dan laju penyebaran api. Hasil menunjukkan bahwa sistem terintegrasi mampu menurunkan waktu deteksi sebesar ±40%, mempercepat evakuasi hingga ±33%, serta mengurangi laju pelepasan panas hingga 50–60%. Selain itu, rasio keselamatan (ASET/RSET) meningkat dari kondisi tidak aman (<1) menjadi aman (>1). Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model evaluasi sistem proteksi kebakaran yang komprehensif dan aplikatif untuk meningkatkan keselamatan bangunan pendidikan
Copyrights © 2026