Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat inkubator penetas telur penyu (Chelonioidea) semi otomatis untuk penentuan jenis kelamin penyu. Inkubator ini dilengkapi dengan mikrokontroler Arduino Uno, sensor suhu Thermocouple type-K, dan sensor kelembaban tanah YL-69. Sistem ini dikembangkan untuk mengatur suhu dan kelembaban dari media inkubasi guna mendukung keberhasilan penetasan serta penentuan jenis kelamin penyu. Proses inkubasi dilakukan pada dua ruang inkubasi dengan kondisi berbeda. Ruang inkubasi betina pada suhu 30°C dan kelembaban 60%, serta ruang inkubasi jantan pada suhu 26°C dan kelembaban 70%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kondisi suhu dan kelembaban sesuai parameter yang ditetapkan. Dari 40 butir telur yang diinkubasi dalam ruang inkubasi betina, berhasil menetas 23 ekor tukik betina dengan persentase 57,5%. Sedangkan dari 40 butir telur yang diinkubasi dalam ruang inkubasi jantan, menetas 18 ekor tukik Jantan dengan persentase 45%. Meskipun keberhasilan penetasan masih tergolong rendah, sistem inkubator semi otomatis ini telah berjalan dengan baik dalam mendukung proses penetasan dan pengondisian jenis kelamin pada penyu
Copyrights © 2026