Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diversifikasi pola tanam dan integrasi tanaman-ternak terhadap peningkatan ketahanan produksi pada sistem pertanian lahan kering di Maluku. Pertanian lahan kering di wilayah ini sangat rentan terhadap variabilitas iklim, keterbatasan sumber daya air, dan rendahnya kesuburan tanah, yang seringkali mengakibatkan produksi yang tidak stabil. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan dari 65 petani melalui kuesioner terstruktur berdasarkan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS versi 25, termasuk statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi pola tanam memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan produksi, menunjukkan bahwa sistem tanam yang beragam membantu mengurangi risiko produksi dan meningkatkan stabilitas hasil panen. Demikian pula, integrasi tanaman-ternak juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, mencerminkan pentingnya efisiensi sumber daya dan diversifikasi pendapatan melalui praktik pertanian terpadu. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut secara signifikan mempengaruhi ketahanan produksi dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,555, artinya 55,5% dari ketahanan produksi dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi diversifikasi tanaman dan integrasi tanaman-ternak dapat meningkatkan kapasitas adaptasi petani dan meningkatkan keberlanjutan sistem pertanian lahan kering. Studi ini memberikan implikasi penting bagi para pembuat kebijakan dan pemangku kepentingan pertanian untuk mempromosikan praktik pertanian terpadu dan terdiversifikasi sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan pertanian di Maluku.
Copyrights © 2026