Implementasi konsep smart city menuntut pemanfaatan teknologi informasi secara optimal, termasuk dalam sistem perpajakan daerah yang menjadi sumber penting Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, di salah satu Kabupaten, masih ditemukan fenomena input data pajak secara manual yang menghambat efektivitas dan efisiensi pengelolaan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran big data dalam membangun smart city melalui modernisasi sistem perpajakan daerah. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dengan aparatur pajak, observasi proses administrasi, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan big data dapat mengatasi berbagai kendala dalam penginputan manual, seperti keterlambatan pelaporan, kesalahan pencatatan, dan kesulitan integrasi antar instansi. Big data juga memungkinkan analisis prediktif dan pengawasan yang lebih transparan serta real-tim. Demikian, tantangan seperti kurangnya infrastruktur digital dan keterbatasan SDM yang teknologi menjadi hambatan utama dalam transisi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan strategi bertahap untuk digitalisasi sistem perpajakan daerah sebagai bagian dari langkah menuju smart city yang lebih efidien dan terintegrasi.
Copyrights © 2025