Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai Asmaul Husna dalam perancangan pusat terapi autisme melalui pendekatan Autism ASPECTSS™ Framework. Dalam perspektif Islam, anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dipahami sebagai makhluk yang diciptakan dengan fitrah dan amanah, sehingga membutuhkan lingkungan yang melindungi, membimbing, dan menumbuhkan potensinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode konseptual dan implementatif melalui kajian literatur serta pemetaan nilai Asmaul Husna ke dalam prinsip desain berbasis bukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kasih sayang (Ar-Rahman), perlindungan (Al-Hafizh), keterarahan (Al-Hadi), dan keseimbangan (Al-‘Adl) dapat diterjemahkan secara operasional melalui zonasi sensori, keteraturan sirkulasi, pengendalian akustik, dan ruang aman. Integrasi ini menghasilkan lingkungan terapi yang tidak bersifat simbolik, tetapi responsif terhadap kebutuhan sensori anak ASD. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan tersebut berkontribusi pada pengembangan arsitektur Islam kontemporer yang berbasis bukti ilmiah, kontekstual, dan berorientasi pada maqāṣid al-sharī‘ah, dengan menempatkan arsitektur sebagai medium rahmah dalam proses penyembuhan dan perkembangan anak ASD.
Copyrights © 2026