Mahasiswa merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental, salah satunya akibat stres akademik. Stres akademik yang tidak dikelola dengan baik dapat berdampak pada munculnya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres akademik dengan depresi pada mahasiswa kesehatan di STIKes X Bekasi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian yaitu mahasiswa reguler di STIKes X Bekasi Tingkat 1 sampai 4. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling sebanyak 263 mahasiswa/I. Instrumen yang digunakan adalah Academic Stress Inventory (ASI) dan DASS-42 (Depression, Anxiety, Stress Scale). Uji statistik yang digunakan adalah Uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar mahasiswa mengalami tingkat stres akademik sedang (68,1%); mayoritas responden berada pada kategori tidak mengalami depresi (67,3%); terdapat hubungan yang signifikan dengan arah positif dan kekuatan hubungan sedang antara stres akademik dan depresi (p-value = 0,000; r = 0,423). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi stres akademik, maka semakin tinggi tingkat depresi pada mahasiswa kesehatan. Direkomendasikan peneliti selanjutnya menambahkan dengan berbagai variabel baru yang mungkin dapat mempengaruhi hubungan stres akademik dengan kejadian depresi, seperti tipe kepribadian, resiliensi, student engagement, dukungan sosial, dan konflik dengan lingkungan sekitar (keluarga, teman, atau pasangan), serta memberikan intervensi untuk mengurangi tingkat stres akademik ataupun kejadian depresi.
Copyrights © 2026