Keandalan sistem proteksi kebakaran sangat bergantung pada kinerja pompa hydrant dalam menyediakan suplai air bertekanan saat kondisi darurat. Pompa diesel dan elektrik berfungsi sebagai unit utama dan cadangan yang harus beroperasi sesuai standar guna menjaga efektivitas pemadaman kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja serta kelayakan operasional pompa hydrant diesel–electric di PT PLN Nusantara Power Kantor Pusat Surabaya berdasarkan NFPA 20 dan SNI 03-1745-2000. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui pengujian lapangan (flow test) untuk mengukur tekanan dan debit pompa. Data dianalisis dengan menghitung Total Dynamic Head (TDH), menyusun kurva karakteristik head–debit, serta melakukan comparative compliance analysis terhadap standar yang berlaku. Analisis risiko juga dilakukan untuk menilai potensi dampak operasional apabila terjadi penurunan performa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pompa menghasilkan debit rata-rata 2.865 L/menit, tekanan nominal 8,9 bar, dan TDH sekitar 73 meter, seluruhnya berada di atas batas minimum standar. Kurva head–debit mengindikasikan bahwa pompa beroperasi di sekitar Best Efficiency Point (BEP), sehingga efisiensi hidraulik masih optimal. Namun, margin keselamatan yang moderat menunjukkan perlunya pemeliharaan preventif dan pengujian berkala. Dengan demikian, pompa hydrant diesel–electric dinyatakan layak operasional dan mampu mendukung sistem proteksi kebakaran. Penelitian ini berkontribusi melalui model evaluasi performa pompa berbasis analisis teknis dan standar untuk meningkatkan keandalan sistem hydrant.
Copyrights © 2026