Inseminasi Buatan (IB) adalah teknologi reproduksi yang berperan penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sapi potong, khususnya sapi Ongole Crossbred (PO). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi PO di Desa Purwodadi Dalam, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini dilakukan dari November hingga Desember 2025 dan melibatkan 30 peternak sapi sebagai responden dengan total 98 ekor sapi PO sebagai objek penelitian. Metode survei diterapkan dengan mengumpulkan data primer melalui wawancara terstruktur dan observasi lapangan, didukung oleh data sekunder dari studi literatur. Keberhasilan inseminasi buatan dievaluasi menggunakan indikator Service per Conception (S/C) dan Conception Rate (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Service per Conception (S/C) adalah 1,48, menunjukkan efisiensi reproduksi yang baik, karena kurang dari dua kali inseminasi diperlukan untuk mencapai satu kehamilan. Tingkat Pembuahan (CR) adalah 60,27%, artinya lebih dari setengah sapi yang diinseminasi hamil setelah inseminasi pertama, yang masih dalam standar yang dapat diterima untuk sistem pertanian skala kecil. Keberhasilan inseminasi buatan dipengaruhi oleh ketepatan waktu inseminasi, kemampuan petani untuk mendeteksi estrus, kompetensi inseminator, kondisi fisiologis sapi, dan praktik manajemen ternak. Kesimpulannya, implementasi inseminasi buatan pada sapi PO di daerah penelitian dapat dianggap efektif dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas sapi potong secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026