Penyakit ginjal kronik merupakan prioritas masalah kesehatan masyarakat global. Depresi adalah salah satu dari gangguan kejiwaan umum pada penderita penyakit kronis, dengan perkiraan berkisar antara 25 hingga 50% pada pasien hemodialisis. Di seluruh dunia, sekitar 13% orang dewasa terkena dampak obesitas. Baik kelebihan berat badan, obesitas, maupun depresi, dapat menimbulkan biaya yang besar bagi individu dan sistem perawatan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh (IMT) terhadap tingkat depresi pada pasien penyakit ginjal kronik peserta hemodialisis. Desain pada penelitian berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Unit Hemodialisis RSUD Dr. Moewardi Surakarta sejak Mei sampai Agustus 2025. Terdapat 28 sampel yang dikumpulkan melalui purposive sampling. Alat digunakan adalah timbangan digital, microtoise, dan instrumen HDRS (Hamilton Depression Rating scale). Data karakteristik penelitian disajikan dalam distribusi frekuensi. Uji Eksak Fisher digunakan untuk melakukan analisis data bivariat.Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa sampel paling banyak adalah normoweight sejumlah 12 orang (42,8%), dengan tingkat depresi sama banyak, yaitu depresi sedang maupun depresi berat masing – masing sebanyak 14 orang (50%). P value 0,038 diperoleh melalui Fisher’s exact test. Kesimpulannya adalah ditemukan hubungan bermakna IMT dengan tingkat depresi pada individu dengan PGK yang mengikuti perawatan hemodialisis di RSUD Dr. Moewardi.Keywords: depresi, indeks massa tubuh, penyakit ginjal kronik
Copyrights © 2026