Abstrak Artikel ini membahas transformasi sistem politik di Mesir dan Tunisia yang mengalami ‘gelombang demokrasi’ pada tahun 2011. Faktor pendorong utama yang dikemukakan penulis adalah peranan aktor, secara khusus militer dalam membangun tatanan demokratik baik di Mesir dan Tunisia. Relasi rezim dengan militer di sebagian besar negara-negara Arab yang dianggap berbasis patron-klien, dimana militer selalu patuh dan mempertahankan rezim yang berkuasa, ternyata justru menjadi salah satu kekuatan utama yang meruntuhkan dominasi tatatan autoritarianisme yang berpuncak pada Revolusi Arab, khususnya di Mesir dan Tunisia. Selanjutnya, peranan aktor masih menentukan dalam proses transisi menuju tahapan konsolidasi demokratik. Pada titik ini, kedua negara tersebut menjalani proses yang berbeda dalam membangun konsolidasi demokratik dalam negeri yang solid. Tulisan ini akan membahas keputusan-keputusan para aktor dan relasi diantara mereka dalam menentukan demokratisasi pasca Revolusi Arab  Kata kunci: Revolusi Arab, Demokrasi, Militer, Masyarakat Sipil
Copyrights © 2015