Perkembangan teknologi digital di era Society 5.0 membawa perubahan signifikan dalam sistem ekonomi, termasuk ekonomi syariah. Di tengah percepatan inovasi tersebut, muncul kebutuhan untuk memastikan bahwa transformasi digital tetap selaras dengan nilai-nilai spiritual dan tujuan keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana iman, amal, dan iptek dapat dipahami sebagai satu kesatuan dalam kerangka pembangunan ekonomi syariah berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, melalui penelaahan jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman berperan sebagai landasan nilai dan pengarah etika, amal sebagai implementasi sosial dalam praktik ekonomi, dan iptek sebagai instrumen strategis dalam memperluas inklusi serta efisiensi layanan keuangan syariah. Integrasi ketiganya membentuk model pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada keadilan dan kemaslahatan. Dengan demikian, pembangunan ekonomi syariah di era Society 5.0 memerlukan keseimbangan antara inovasi teknologi dan komitmen nilai spiritual.
Copyrights © 2026