Setiap orang memiliki peluang untuk sukses dalam karier, termasuk penyandang difabel netra. Mereka juga memiliki impian, potensi, dan keterampilan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana konseling karier dilakukan untuk penyandang difabel netra di MTs LB A Yaketunis Yogyakarta untuk meningkatkan keterampilan hidup mereka. Pengabdian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Terdapat dua jenis bimbingan karier yang dilaksanakan : akademik dan nonakademik. Keterampilan hidup seperti bertahan hidup di masyarakat, menyembuhkan diri, dan berhubungan dengan orang lain harus dipelajari. Keterampilan ini dapat membantu penyandang difabel netra menjadi lebih percaya diri, pengetahuan diri, mandiri, dan pantang menyerah.
Copyrights © 2026