Artikel ini mengkaji akuntansi teknik sebagai instrumen strategis dalam menutup celah korupsi pada pengelolaan proyek dan sumber daya di sektor publik dan privat. Korupsi tidak hanya disebabkan oleh kelemahan individu, tetapi juga oleh faktor sistemik seperti kurangnya integrasi antara sistem teknis dan keuangan, lemahnya pengendalian internal, serta rendahnya transparansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur, analisis komparatif, dan sintesis praktik terbaik. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi teknik yang mengintegrasikan metode rekayasa dan prinsip akuntansi mampu menghasilkan sistem pengendalian yang lebih akurat, berbasis data, dan dapat diverifikasi. Pendekatan seperti cost engineering, value engineering, dan life-cycle costing dapat meminimalkan manipulasi anggaran dan kecurangan, sementara teknologi seperti Enterprise Resource Planning (ERP), Building Information Modeling (BIM), dan kecerdasan buatan (AI) meningkatkan deteksi dini penyimpangan. Selain itu, kolaborasi lintas fungsi antar pemangku kepentingan memperkuat tata kelola dan pengawasan. Akuntansi teknik juga mendukung transparansi dan akuntabilitas melalui laporan yang memadukan data finansial dan justifikasi teknis. Dengan demikian, akuntansi teknik memiliki potensi besar dalam mencegah korupsi secara sistemik dan berkelanjutan dengan dukungan regulasi, standarisasi, sumber daya manusia yang kompeten, dan pemanfaatan teknologi yang optimal.
Copyrights © 2026