Studi ini berfokus pada proses adaptasi dan pengujian validitas dan reliabilitas Skala Kecemasan Ekologis Hogg (HEAS-13) agar sesuai dengan budaya dan konteks Indonesia, serta untuk menilai validitas konkurennya dengan Skala Kecemasan Perubahan Iklim (CCAS). Proses adaptasi dilakukan berdasarkan pedoman Komisi Pengujian Internasional melalui penerjemahan maju, penilaian oleh enam ahli, dan wawancara kognitif terhadap lima responden untuk memastikan kejelasan bahasa, kesetaraan konseptual, dan kesesuaian budaya. Sebanyak 847 partisipan di Indonesia berusia 17–65 tahun secara sukarela berpartisipasi dalam survei daring. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa distribusi item berada dalam batas normalitas yang dapat diterima. Empat faktor utama, yaitu Gejala Afektif, Perenungan, Gejala Perilaku, dan Kecemasan tentang Dampak Pribadi, ditemukan berdasarkan hasil EFA yang menjelaskan 58,3% dari total varians (Kaiser-Meyer-Olkin = 0,906; p < 0,001). Analisis faktor konfirmatori (CFA) menunjukkan model dengan kesesuaian yang baik (CFI = 0,982; TLI = 0,977; RMSEA = 0,042; SRMR = 0,028). Koefisien reliabilitas menunjukkan konsistensi internal yang tinggi (Cronbach's α = 0,89; McDonald's ω = 0,89). Pengujian validitas konkuren mengungkapkan bahwa HEAS berkorelasi positif dan signifikan dengan CCAS (Spearman's rho = 0,610; p < 0,001), menunjukkan hubungan konseptual yang kuat antara HEAS dan CCAS. Secara keseluruhan, versi Indonesia dari Skala Kecemasan Ekologis Hogg telah terbukti valid, reliabel, dan sesuai secara budaya untuk mengukur kecemasan ekologis pada populasi Indonesia.
Copyrights © 2026