Perkembangan Fenomena kenakalan remaja dan degradasi etika sosial pada remaja putus sekolah menjadi permasalahan yang semakin kompleks, terutama akibat pengaruh lingkungan sosial, rendahnya pendidikan akhlak, serta kebiasaan negatif yang terbentuk dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat sendiri ialah berguna untuk meningkatkan atau menumbuhkan pemahaman serta membentuk perilaku akhlak serta etika sosial remaja putus sekolah di Desa Bungurasih. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pada pemanfaatan potensi dan aset masyarakat secara partisipatif. Sumber data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan sosialisasi, ceramah, diskusi interaktif, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap pentingnya akhlak dan etika sosial, serta perubahan perilaku ke arah yang lebih positif. Keberhasilan program didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, tokoh agama, serta nilai-nilai keagamaan yang telah ada. Namun, terdapat kendala berupa keterbatasan latar belakang pendidikan remaja dan belum optimalnya keberlanjutan program. Secara keseluruhan, program ini efektif dalam membina dan memberdayakan remaja putus sekolah serta mendorong pembentukan karakter yang lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan program berkelanjutan dan inovatif agar pembinaan akhlak dapat terus berjalan dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Copyrights © 2026