Tanaman kedelai masih dominan ditanam di lahan sawah dalam pola tanam padi-padi-kedelai atau padi-kedelai-kedelai. Selama dasawarsa terakhir ini telah dirasakan adanya kondisi iklim khususnya curah uhujan yang tidak menentu dalam arti saat, jumlah dan distribusi dan ditambah dengan adanya angin siklon El Nino basah sehingga tanah sawah mengalami kondisi jenuh . Di lapang menunjukkan bahwa pertanaman kedelai pada awal musim kemarau sering mengalami kondisi jenuh air pada awal pertumbuhan . untuk itu diperlukan upaya agar cekaman jenuh air tersebut tidak banyak berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Dari serangkaian penelitian di luar negeri memperlihatkan bahwa budidaya kedelai di tanah jenuh air memberikan peluang untuk meningkatkan produksi kedelai. Di Australia, budidaya tanah jenuh air dapat meningkatkan hasil kedelai sebesar 25%, sedangkan di daerah Thailand bagian tengah teknologi ini telah diterapkan oleh petani pada areal yang cukup luas dan hasil kedelai naik dari 2,0 menjadi 4 t/ha. Dari hasil penelitian di indonesia juga memberikan peluang.cekaman kondisi jenuh air ini pada umumnya terjadi pada fase vegetatif. Hasil penelitian komponen teknologi kedelai pada kondisi tanah jenuh air diperoleh bahwa tinggi permukaan air dalam saluran draenase 15cm dari permukaan tanah tidak menurunkan hasil kedelai,varietas unggul kedelai berbiji kecil(kawi)dan sedang(wilis)lebih toleran,cekaman tanah jenuh air meningkatkan jumlah bintil akar. Lebar bedengan yang optimal adalah < 2,00 m dengan cara tanam 4 baris beranjak 40cm antar baris dan 10cm dalam baris,sedangkan takaran , jenis dan saat pemberian pupuk anorganik belum menunjukkan hasil yang positif walaupun penambahan pupu Urea dapat meningkatkan hasil kedelai jenuh air ditanah oxisol.Bertanam kedelai di tanah jenuh air merupakan salah satu teknologi opsi inovatif untuk meningkatkan hasil kedelai walaupun di tanah kondisi jenuh air .walaupun begitu masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa teknologi ini layak dikembangkan di lahan petani karena masih memerlukan klarifikasi komponen teknologi pada beberapa jenis tanah yang berbeda khususnya di lahan sawah.
Copyrights © 2001