ABSTRAK Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) adalah masalah utama dari kesehatan global. Menurut UNAIDS, salah satu bagian dari W HO yang mengurus tentang AIDS menyebutkan bahwa perkiraan jumlah penderita yang terinfeksi HIV/AIDS di seluruh dunia sampai dengan akhir tahun 2010 mencapai 34 juta,3,4di Indonesia, jumlah penderita HIV/AIDS terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini tentu juga berdampak pada peningkatan pasien terinveksi HIV AIDS yang harus menjalani prosedur operasi dan pembiusan. Tidak ada kontraindikasi mutlak dilakukannya regional anestesi maupun general anestesi pada pasien terinfeksi HIV AIDS yang sedang menjalani terapi antitretroviral virus apapun regimennya, namun para anestesiolog ist mutlak malakukan assesment secara menyeluruh pada pasien dan mengetahui kemungkinan terjadinya interaksi obat-obatan yang digunakan pasien dengan obat-obat anestesi yang akan dipakai.
Copyrights © 2017