Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji seberapa besar pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Modal terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (HDI) di Kota. Bandar Lampung Dalam kurun waktu 2020–2024, penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. desain penelitian asosiatif. Sumber yang digunakan berupa Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari sumber yang telah tersedia sebelumnya. dalam bentuk rangkaian data tahunan dari waktu ke waktu periode 2020–2024 yang diperoleh dari Laporan Realisasi Anggaran pemerintah kota bandar lampung serta publikasi oleh (BPS) Kota Bandar Lampung. Cara ini menggunkan sumber regresi linear dengan memanfaatkan aplikasi EViews untuk melakukan regresi linear berganda, dan juga dilakukan uji asumsi klasik, yaitu uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, serta autokorelasi. Hasil diatas menerangkan bahwa persamaan regresi yang didapat dari IPM = 78,90350 - 0,004587 PAD + 0,001951 Belanja Modal + e. Secara parsial, variabel PAD memiliki angka yang signifikansi sebesar 0,5908 yang menandakan bahwa variabel tersebut tidak mempengaruhi IPM. Demikian pula, variabel Belanja Modal memiliki nilai signifikansi sebesar 0,6637 yang juga mengindikasikan tidak adanya pengaruh tidak memberikan dampak berarti terhadap IPM Secara simultan, PAD dan Belanja Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM, sebagaimana hal ini dapat dilihat dari nilai Prob(F-statistic) sebesar) sebesar 0,823153, angka koofisiens determinasi (R²) sebesar 0,176847 mengindikasikan bahwa PAD dan Belanja Modal hanya mampu menjelaskan sebesar 17,68% variasi IPM, dan dengan angka terakhir 82,32% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini. Hasil pengujian asumsi klasik menunjukkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas serta tidak mengalami masalah multikolinearitas, heteroskedastisitas, maupun autokorelasi.
Copyrights © 2026