Degradasi tanah dan ketidakseimbangan hara akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan menjadi kendala utama dalam produksi buah yang berkelanjutan. Pupuk organik menawarkan alternatif yang ramah lingkungan dengan meningkatkan kesehatan tanah, siklus hara, dan kinerja tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga jenis pupuk organik- berbasis biochar, berbasis ekstrak ikan, dan formulasi komersial-terhadap pertumbuhan tanaman, serapan hara, dan hasil tanaman nangka (Artocarpus heterophyllus cv. J33) dalam sistem pengelolaan organik. Percobaan dilaksanakan di kebun organik terpadu institut penelitian dan pengembangan pertanian Malaysia (MARDI) menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi konsentrasi unsur hara, indeks klorofil, lingkar batang, indeks luas daun (Leaf Area Index/LAI), dan hasil buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nitrogen berada di bawah kisaran rekomendasi pada semua perlakuan. Konsentrasi fosfor, kalium, dan magnesium berada pada tingkat yang memadai, sedangkan kalsium masih tergolong suboptimal. Peningkatan kandungan klorofil dan LAI pada perlakuan T1 menunjukkan adanya peningkatan aktivitas fotosintesis dan efisiensi pemanfaatan hara. Pupuk berbasis biochar (T1) secara nyata meningkatkan kandungan klorofil, LAI, konsentrasi kalium, dan hasil total (259 kg/12 tanaman), dengan kinerja yang sebanding dengan pupuk organik komersial (T3). Secara keseluruhan, pupuk berbasis biochar menunjukkan potensi yang kuat sebagai sumber hara berkelanjutan untuk produksi nangka organik, serta berkontribusi terhadap pemulihan kesuburan tanah dan stabilitas hasil.
Copyrights © 2026