Pengemudi truk tangki PT Pertamina (Persero) menghadapi risiko gangguan muskuloskeletal akibat penggunaan kursi pengemudi yang belum sepenuhnya memenuhi prinsip ergonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat ergonomis kursi pengemudi truk Pertamina berbasis sasis Hino di Fuel Terminal Rewulu serta merumuskan rekomendasi redesain berbasis antropometri. Metode yang digunakan meliputi pengukuran sudut postur dengan goniometer pada 58 responden, kuesioner Nordic Body Map (NBM) dengan skala Likert, serta simulasi software Jack versi 8.4 menggunakan metode Posture Evaluation Index (PEI) yang mengintegrasikan Low Back Analysis (LBA), Ovako Working Posture Analysis System (OWAS), dan Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil menunjukkan bahwa sudut torso tidak memenuhi standar rekomendasi, nilai PEI tertinggi sebesar 2,100 dan terendah 1,408, serta keluhan muskuloskeletal terbesar terdapat pada batang tubuh dan leher. Rekomendasi redesain kursi berbasis data antropometri Perhimpunan Ergonomi Indonesia berhasil menurunkan nilai PEI hingga 1,835 pada responden dengan risiko tertinggi, membuktikan bahwa penyesuaian dimensi kursi secara ergonomis efektif meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengemudi.
Copyrights © 2026