Online gambling is a social and behavioral deviance whose legal status remains unclear; it is now easily accessible to students via digital devices, giving rise to various criminal, psychological, environmental, and academic issues. This community service activity focused on raising legal awareness regarding these risks among 10th-grade students at SMA Negeri 3 Suli in Ambon. The material presented covered concepts related to online gambling, forms of digital transactions, and legal consequences under Indonesian law, as well as the associated psychological and social impacts through interactive lectures and discussions followed by a Q&A session, and concluded with a presentation to 45 students. As a result of this outreach activity, students demonstrated high engagement, accompanied by an understanding of the pros and cons, such as addiction, mental health conditions, academic failure, and family financial problems. The above activity was also beneficial for teachers and the school to become more aware of the importance of supervision or monitoring of adolescent students in digital transactions, as well as for ongoing legal education as part of counseling. Abstrak Perjudian daring merupakan penyimpangan sosial dan perilaku yang status hukumnya masih belum jelas; saat ini perjudian tersebut mudah diakses oleh para siswa melalui perangkat digital, sehingga memunculkan berbagai masalah kriminal, psikologis, lingkungan, dan akademik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan kesadaran hukum terkait risiko-risiko tersebut di kalangan siswa kelas X SMA Negeri 3 Suli di Ambon. Materi yang disampaikan mencakup konsep-konsep terkait perjudian online, bentuk-bentuk transaksi digital, dan konsekuensi hukum berdasarkan undang-undang Indonesia, serta dampak psikologis dan sosial yang terkait melalui ceramah interaktif dan diskusi yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan presentasi kepada 45 siswa. Sebagai hasil dari kegiatan penjangkauan ini, para siswa menunjukkan keterlibatan yang tinggi, disertai dengan pemahaman akan pro dan kontra, seperti kecanduan, kondisi kesehatan mental, kegagalan akademis, dan masalah keuangan keluarga. Kegiatan di atas juga bermanfaat bagi para guru dan pihak sekolah untuk lebih menyadari pentingnya pengawasan atau pemantauan terhadap siswa remaja dalam transaksi digital, serta untuk pendidikan hukum berkelanjutan sebagai bagian dari bimbingan konseling.
Copyrights © 2025