Keterbatasan pengetahuan mengenai manajemen akuntansi seringkali menjadi hambatan bagi pelaku usaha mikro dalam memetakan profitabilitas bisnisnya. Pengabdian ini difokuskan pada pelaku UMKM budidaya jamur tiram di Desa Mandah yang selama ini masih menerapkan estimasi konvensional dalam menentukan nilai jual produk. Tujuan utama kegiatan adalah mentransformasi sistem keuangan mitra melalui standardisasi penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Melalui pendekatan partisipatif yang meliputi edukasi teoretis serta simulasi alokasi biaya fungsional, peserta diarahkan untuk mampu mengklasifikasikan beban operasional secara presisi. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan kompetensi yang signifikan dalam penyusunan laporan biaya produksi. Dengan metode alokasi yang akurat, UMKM di Desa Mandah dapat meminimalisir risiko kerugian akibat underpricing serta memperkuat daya saing usaha melalui penetapan harga yang berbasis pada realitas beban produksi di lapangan.
Copyrights © 2026