Kerupuk bawang merupakan salah satu produk UMKM yang banyak diminati masyarakat Indonesia. UMKM “Dhahar Geden” mulai berproduksi sejak tahun 2020 mengalami kendala dalam kapasitas produksi karena peralatan manual, terutama pada proses pengrajang dan pengeringan kerupuk. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim pengabdi dari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama Juli–September 2025 di Dusun Bunder, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kerupuk bawang melalui penyediaan teknologi modern serta diversifikasi produk. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi penggunaan dan pemeliharaan mesin, pelatihan pengoperasian mesin secara aman, dan penerapan teknologi pada proses produksi kerupuk. Hasil aktivitas menunjukkan bahwa pengetahuan mitra meningkat sekitar 80% dalam hal fungsi dan pemeliharaan mesin; keterampilan operasional meningkat sehingga mitra mampu menggunakan mesin secara mandiri; keamanan kerja membaik dengan tidak adanya insiden selama penggunaan mesin; dan produktivitas produksi meningkat sebesar ± 67%. Pemeliharaan rutin juga mulai dijalankan, sehingga operasional mesin menjadi lebih berkelanjutan. Disimpulkan bahwa penerapan metode sosialisasi, pelatihan, dan teknologi tepat guna berhasil meningkatkan kapasitas produksi kerupuk bawang UKM Dhahar Geden. Saran yang diajukan antara lain pendampingan teknis berkala dan monitoring evaluasi setelah 3–6 bulan untuk memastikan keberlanjutan penggunaan mesin dan pengembangan usaha.
Copyrights © 2026