Perubahan fungsi kendaraan di masyarakat tidak lagi sekadar sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai simbol status sosial dan gaya hidup. Pergeseran ini mendorong produsen otomotif untuk terus menghadirkan teknologi yang semakin canggih, sehingga perkembangan kendaraan berlangsung sangat pesat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi dunia pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang otomotif, untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan teknologi terkini. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pengembangan simulator sistem Electronic Fuel Injection (EFI) sebagai media pembelajaran. Perakitan simulator EFI dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah mengumpulkan komponen sensor dan aktuator yang sudah tidak berfungsi optimal dari bengkel otomotif di sekitar sekolah. Komponen tersebut kemudian direkondisi melalui proses pembersihan, penyambungan ulang, atau penggantian bagian yang rusak. Tahap kedua meliputi pengumpulan, perakitan, dan pengujian sistem ECU. Tahap ketiga adalah pembuatan rangka dudukan sistem EFI serta pengujian kinerja sistem secara menyeluruh. Tahap terakhir dilakukan dengan menambahkan komponen pendukung untuk menyempurnakan performa simulator. Melalui simulator ini, siswa dapat melakukan berbagai praktik, seperti mengukur tekanan fuel pump, mengamati penyemprotan injektor, menguji percikan busi, mengevaluasi kinerja sensor, serta merakit rangkaian EFI. Menariknya, sebagian besar komponen berasal dari limbah bengkel dan bahan bekas, sehingga mendukung inovasi pembelajaran yang berkelanjutan dan hemat biaya. The function of vehicles in society has shifted beyond mere transportation to becoming symbols of social status and lifestyle. This transformation has driven automotive manufacturers to continuously compete in developing advanced technologies, resulting in rapid technological progress in modern vehicles. Such developments present a challenge for vocational education institutions, particularly automotive-based vocational high schools (SMK), to align their learning processes with current industry standards. One effective solution is the development of an Electronic Fuel Injection (EFI) system simulator as a learning medium.The assembly of the EFI simulator involves several stages. First, sensors and actuators that no longer function optimally are collected from nearby automotive workshops. These components are then reconditioned through cleaning, reconnecting, or replacing damaged parts. Second, ECU system components are gathered, assembled, and tested to ensure proper functionality. Third, the EFI system framework is constructed, followed by performance testing of the entire system. Finally, additional supporting components are installed to optimize simulator performance.This simulator enables various practical learning activities, including checking fuel pump pressure, observing injector spray patterns, testing spark plug ignition, evaluating sensor performance, and practicing EFI circuit assembly. Notably, most components used in this simulator are derived from workshop waste and recycled materials, supporting sustainable and cost-effective educational innovation.
Copyrights © 2026