This community service activity at HKBP Dolok Nauli aimed to enhance congregational understanding of the holistic concept of restoration in Amos 9:11–15. The methods employed included initial observation, delivery of theological materials, and interactive discussions. The results indicate a significant improvement in the congregation’s understanding, shifting from limited knowledge to a more comprehensive internalization of restoration encompassing spiritual, social, economic, and ecological dimensions. The congregation came to recognize that restoration is primarily the work of God rather than human effort, and that it carries inclusive missional implications for all nations. Furthermore, the activity successfully transformed the congregation’s faith orientation from a predominantly ritualistic approach to a more transformative awareness that encourages engagement in issues of social justice, welfare, and environmental stewardship. The strength of this program lies in its dialogical and contextual approach, although it remains limited by the small number of participants and the absence of long-term evaluation. Therefore, future initiatives should emphasize sustainable programs with practical implementation to strengthen the church’s role as a holistic agent of social transformation.AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat di HKBP Dolok Nauli bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jemaat mengenai konsep pemulihan dalam Amos 9:11–15 secara holistik. Metode yang digunakan adalah observasi awal, penyampaian materi teologis, dan diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman jemaat dari yang semula belum memahami makna pemulihan menjadi mampu menginternalisasi konsep pemulihan yang mencakup dimensi spiritual, sosial, ekonomi, dan ekologis. Jemaat mulai menyadari bahwa pemulihan merupakan karya Allah, bukan semata hasil usaha manusia, serta memiliki implikasi misioner yang inklusif bagi semua bangsa. Kegiatan ini juga berhasil menggeser orientasi iman jemaat dari ritualistik menuju kesadaran transformatif yang mendorong keterlibatan dalam isu keadilan sosial, kesejahteraan, dan kepedulian terhadap lingkungan. Keunggulan kegiatan ini terletak pada pendekatan dialogis dan kontekstual, meskipun masih terbatas pada jumlah peserta dan belum memiliki evaluasi jangka panjang. Kegiatan ini memerlukan pengembangan program berkelanjutan yang menekankan implementasi praktis agar gereja semakin berperan sebagai agen transformasi sosial yang holistik.
Copyrights © 2025