Usaha Kecil dan Menegah (UKM) merupakan sumber pekerjaan terbesar bagi penduduk Indonesia karena memberikan kesempatan kerja, terutama dipedesaan dan daerah terpencil sehingga membantu mengurangi pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan keuangan pelaku usaha Es Teh Jumbo di kawasan wisata waduk cengklik, Boyolali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan, dan pengumpulan dokumen. Hasil data dari wawancara dengan 8 pelaku UMKM es teh jumbo di sekitar Waduk Cengklik menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka belum melakukan pencatatan keuangan secara sistematis. Mayoritas pelaku usaha masih mengandalkan cara tradisional dalam mengelola keuangan, yaitu dengan langsung menyisihkan sebagian hasil penjualan untuk membeli bahan baku dan menggunakan sisa uang untuk kebutuhan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas pelaku usaha belum menerapkan sistem pencatatan keuangan yang terstruktur. Mereka lebih fokus pada penjualan harian dan pengelolaan bahan baku untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini menunjukkan bahwa para pelaku usaha di Waduk Cengklik masih perlu mendapatkan edukasi dan pelatihan tentang pentingnya pencatatan keuangan. Kurangnya pencatatan keuangan berdampak negatif pada kemampuan pelaku usaha untuk mengatur arus kas, merencanakan keuangan, dan mengambil keputusan bisnis yang tepat. Akibatnya, usaha mereka menjadi kurang efisien dan pertumbuhannya terbatas.
Copyrights © 2026