Bonus demografi dan demokrasi adalah dua konsep yang saling terkait. Dengan meningkatnya jumlah penduduk usia produktif, subjek-subjek politik baru juga muncul. Namun, apakah dominasi generasi produktif selama periode demografi ini dapat menjamin keberlanjutan demokrasi di Indonesia? Praktik-praktik politik uang dan politik identitas masih kuat dalam budaya politik Indonesia. Demokrasi hanya bersifat prosedural dan telah kehilangan makna substansialnya. Oleh karena itu, kehendak umum Rousseau dapat digunakan sebagai kerangka kerja untuk menganalisis masalah ini. Rousseau memberikan landasan etis bagi setiap subjek politik dalam berpolitik. Untuk menyelamatkan sistem demokrasi, tuntutan kehendak umum harus diprioritaskan. Tujuan artikel ini adalah menganalisis bonus demografis dan demokrasi dari perspektif kehendak umum Rousseau. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan tinjauan literatur. Temuan dalam artikel ini adalah: (1) bonus demografis menghasilkan subjek politik baru, (2) partisipasi politik yang aktif dan sadar berperan dalam demokrasi Indonesia, (3) kehendak umum merupakan landasan etis bagi subjek politik dalam mempertahankan demokrasi. Oleh karena itu, kehendak umum Rousseau dapat dilihat sebagai landasan kokoh untuk menjawab persoalan bonus demografi bagi bonus demokrasi Indonesia di masa mendatang.
Copyrights © 2026