Pantai Parangtritis merupakan salah satu destinasi wisata ikonik di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak hanya dikenal karena pesona alamnya, tetapi juga karena kedalaman makna historis, kultural, dan mistis yang menyertainya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah serta narasi misteri Pantai Parangtritis sebagai bagian integral dari warisan budaya lokal masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka terhadap sumber-sumber sejarah, antropologi, dan kebudayaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pantai Parangtritis memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan tokoh-tokoh penting, seperti Pangeran Dipokusumo, serta menempati posisi sentral dalam mitologi Jawa melalui figur Nyi Roro Kidul sebagai Ratu Pantai Selatan. Kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan simbolik pantai ini diwujudkan dalam berbagai praktik ritual, seperti upacara Labuhan, yang merepresentasikan relasi kosmis antara manusia, alam, dan kekuatan adikodrati. Pantai Parangtritis dengan demikian tidak hanya berfungsi sebagai ruang geografis, tetapi juga sebagai ruang sakral yang memelihara memori kolektif dan identitas budaya masyarakat Jawa. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian budaya lokal, mendorong pelestarian nilai-nilai tradisional, serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026