Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen dengan likuiditas sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur sub sektor barang konsumsi primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2021-2024. Jenis dari penelitian ini yaitu kuantitatif dan menggunakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ini sebanyak 152, yang didapatkan melalui metode purposive sampling. Teknik analisis data dari peneltian ini yaitu analisis regresi linier berganda dan moderated regression analysis (MRA). Alat analisis yang digunakan penelitian ini yaitu EViews 13. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas dan leverage berpengaruh posituf signifikan terhadap kebijakan dividen sedangkan ukuran perusahaan negatif signifikan terhadap kebijakan dividen. Selanjutnya, likuiditas mampu memoderasi profitabilitas terhadap kebijakan dividen sedangkan likuiditas tidak mampu memoderasi leverage terhadap kebijakan dividen, likuiditas mampu memoderasi ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen dengan arah memperlemah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur manajemen keuangan, khususnya dalam kajian kebijakan dividen, melalui pengujian pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan dengan memasukkan likuiditas sebagai variabel moderasi. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris mengenai peran faktor-faktor keuangan dan kondisi likuiditas dalam proses pengambilan keputusan manajerial terkait pembagian dividen. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memperkaya referensi akademik mengenai kebijakan dividen serta menjadi rujukan bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji kebijakan dividen pada perusahaan di Indonesia. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan profitabilitas dan mengelola leverage secara bijak guna menjaga struktur pendanaan yang sehat serta mendukung konsistensi pembagian dividen, dengan menitikberatkan pada kinerja keuangan dan arus kas, bukan ukuran perusahaan. Bagi investor, profitabilitas dan leverage menjadi indikator penting dalam menilai potensi dividen, sehingga keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada analisis laba, struktur permodalan, stabilitas arus kas, dan kualitas laporan keuangan. Sementara itu, peneliti selanjutnya disarankan memperluas objek dan periode penelitian agar memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan mencerminkan kondisi jangka panjang. Penelitian ini memiliki keterbatasan berupa ketergantungan pada data sekunder, keterbatasan jumlah sampel akibat perusahaan tidak secara rutin membagikan dividen, serta periode pengamatan yang singkat.
Copyrights © 2026