Penilaian pegawai bertujuan untuk memilih pegawai terbaik guna meningkatkan semangat kerja. Namun, pemberian reward sering kali tidak tepat sasaran, menyebabkan cemburu sosial dan diskriminasi. Permasalahan ini disebabkan oleh aspek penilaian yang kurang terukur, hanya berdasarkan perilaku, sasaran kerja, dan job description. Untuk memperbaiki hal ini, diperlukan sistem pendukung keputusan menggunakan metode ROC (Rank Order Centroid) dan SAW (Simple Additive Weighting) untuk pemilihan pegawai terbaik di Perumda AMGP Kota Singkawang. Sistem ini menggunakan 12 kriteria dalam 4 aspek penilaian: kesesuaian target, pencapaian target, target laporan, pengetahuan kerja, tanggung jawab, kejujuran, kerja sama tim, kehadiran, loyalitas, kerapian, kesesuaian kinerja, dan pencapaian instruksi tambahan. Hasil perhitungan dengan ROC dan SAW menempatkan Budiman di peringkat pertama dengan nilai preferensi 0.9212, diikuti oleh Bornez (0.8968) dan Agus Aryadin (0.8965). Pengujian dengan confusion matrix menunjukkan akurasi 100%. Sistem ini diharapkan dapat merekomendasikan pegawai terbaik secara tepat sasaran dan tidak terjadi lagi cemburu sosial.
Copyrights © 2026