AbstrakPenelitian ini bertujuan menentukan peringkat pembangunan manusia pada 34 provinsi di Indonesia menggunakan metode Entropy–TOPSIS berdasarkan tujuh kriteria: UHH, HLS, RLS, PPK, PPM, TPT, dan GR. Metode Entropy digunakan untuk memperoleh bobot kriteria secara objektif, sedangkan TOPSIS digunakan untuk menentukan peringkat alternatif. Hasil menunjukkan bahwa Provinsi Bali (A17) menempati peringkat tertinggi dengan nilai preferensi 0.9623, sedangkan Provinsi Papua (A34) berada pada peringkat terendah dengan nilai 0.2186. Bobot kriteria didominasi oleh indikator ekonomi, khususnya PPM (0.59735) dan TPT (0.23498), diikuti PPK (0.09210). Hal ini menunjukkan bahwa variasi kemiskinan dan pengangguran menjadi faktor utama dalam membedakan tingkat pembangunan antarprovinsi. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa hasil pemeringkatan relatif stabil terhadap perubahan bobot kriteria terutama pada peringkat atas dan bawah. Temuan ini menegaskan bahwa faktor ekonomi menjadi penentu utama dalam pembangunan manusia antarprovinsi di Indonesia.
Copyrights © 2026