Mahasiswa Generasi Z tumbuh dalam ekosistem digital yang cair, cepat, dan cenderung anonim. Dalam konteks ini, kecakapan teknis yang dimiliki belum sepenuhnya sejalan dengan internalisasi nilai-nilai Pancasila secara utuh dan integratif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses internalisasi nilai Pancasila dalam menghadapi fenomena echo chamber dan filter bubble pada mahasiswa Generasi Z di Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap mahasiswa aktif yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana, serta diinterpretasikan menggunakan kerangka moral Lickona. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi pengetahuan moral mahasiswa telah berkembang secara cukup kuat. Namun, terjadi fragmentasi pada dimensi perasaan moral dan tindakan moral akibat isolasi algoritmik yang mempersempit perspektif. Kondisi ini berdampak pada melemahnya empati virtual dan mengancam keutuhan Pancasila sebagai sistem nilai. Oleh karena itu, pendidikan karakter perlu dirancang secara adaptif dan kontekstual agar internalisasi nilai melampaui ranah kognitif menuju praksis nyata.
Copyrights © 2025