Pemanfaatan sistem informasi khususnya di bidang kesehatan saat ini semakin berkembang luas. Salah satu keuntungan dari penerapan sistem informasi yaitu adanya pengelolaan data yang terorganisir. Kondisi di lapangan saat ini menunjukkan adanya beberapa kendala untuk mendapatkan informasi yang baik dari fasilitas kesehatan. Pengelolaan data medik pasien dan administrasi yang sangat besar berpotensi menyebabkan adanya duplikasi data apabila pencatatan dilakukan berulang-ulang, ketidaksinkronan apabila penyimpanan data tidak terpusat, human error, dan keterlambatan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya pengembangan interoperabilitas sistem yang sudah dilakukan pada layanan kesehatan. Metode yang digunakan pada penelitian ini berupa studi literatur atau narrative review. Penelitian ini mengkaji jurnal-jurnal terkait adanya potensi interoperabilitas sistem pada fasilitas kesehatan. Penelusuran artikel yang dilakukan dengan batasan kata kunci “interoperability” dan “healthcare” menghasilkan 8 artikel yang diperoleh melalui database PubMed, Science Direct, dan Google Scholar. Beberapa interoperabilitas di fasilitas kesehatan yang ada yaitu berupa integrasi data rekam medis pasien dengan sistem untuk membantu diagnosa pasien, memberi peringatan adanya kondisi gawat darurat, memberikan sinyal pemberian infus, dan mengidentifikasi potensi interaksi obat. Selain itu interoperabilitas juga dilakukan antara sistem di fasilitas kesehatan dengan device lainnya, yaitu dengan aplikasi smartphone untuk ketersediaan data daftar dan informasi obat pasien dan automated medication dispensing cabinets. Pengembangan interoperabilitas di fasilitas kesehatan masih sangat berpotensi besar untuk dilakukkan. Interoperabilitas sistem harapannya dapat memantu pengelolaan data pasien dan administrasi sehingga informasi dapat diperoleh dengan valid, efektif, dan efisien.
Copyrights © 2026