Program Eco Edufarming di Desa Bandangdaja, Kecamatan Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan menerapkan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui pertanian regeneratif untuk mengatasi tantangan lahan kering dan meningkatkan kesejahteraan petani. Proses pendampingan meliputi asesemen partisipatif, pelatihan teknis pembuatan pupuk organik dan mikroorganisme lokal, pengelolaan irigasi hemat air, serta pembentukan Kelompok Tani Bumi Sentosa Sejahtera sebagai kelompok pengelola program. Hasilnya, produktivitas lahan meningkat sehingga frekuensi panen bertambah dari dua menjadi empat kali per tahun. Selain itu, sebanyak 96 ton limbah ternak dan 6,6 juta meter kubik air berhasil dimanfaatkan sebagai sumber daya yang produktif. Program ini juga mendorong munculnya pemimpin lokal sebagai agen perubahan di masyarakat. Transformasi sosial terjadi melalui perubahan perilaku bertani konvensional menuju pertanian regeneratif, penguatan modal sosial, jaringan pembelajaran informal, serta terbentuknya kesadaran kolektif akan keberlanjutan aspek sosial, ekonomi dan juga lingkungan. Sinergi antara masyarakat, mitra yakni perguruan tinggi, LSM, pemerintah desa dan tokoh lokal menjadi kunci keberhasilan. Model pemberdayaan ini menunjukkan pemanfaatan potensi lokal untuk mencapai pembangunan sosial-ekologis yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026