Buletin Palawija
No 26 (2013): Buletin Palawija No 26, 2013

VARIETAS KEDELAI UMUR GENJAH

Wiwit Rahajeng (BALITKABI)
M. Muchlish Adie (BALITKABI)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2013

Abstract

Varietas  kedelai (Glycine max L. Merr.) umur genjah banyak diminati karena dapat memberikan berbagai keuntungan seperti terhindar dari kekeringan dan hama serta meningkatkan indeks pertanaman dalam setahun. Umur kedelai ditentukan oleh faktor genetik dan lingkungan. Umur kedelai di Indonesia dikelompokkan menjadi sangat genjah (<70 hari), genjah (70–79 hari), sedang (80–85 hari), dalam (86–90 hari), dan sangat dalam (>90 hari), sedangkan pengelompokan umur masak kedelai di luar negeri (Amerika) didasarkan pada adaptasi dalam letak lintang. Masak fisiologis pada kedelai ditandai dengan >60% polong berwarna coklat, dipanen setelah >80% polong masak. Pada kedelai, terdapat tujuh loci dengan dua alel pada masingmasing lokus yang mengendalikan waktu berbunga dan umur masak kedelai, yaitu: E1, E2, E3, E4, E5, E6, E7 dan E8. Sampai 2011, terdapat lima varietas berumur masak di bawah 76 hari, yaitu Tengger, Meratus, Grobogan, Gepak Kuning, dan Gepak Ijo, dan varietas kedelai berumur genjah (74 hari) yaitu Gema. Hasil kedelai varietas genjah yang dihasilkan masih dapat ditingkatkan, sehingga perakitan varietas berumur pendek dengan produksi tinggi perlu terus dilakukan.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

BUPA

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Buletin Palawija merupakan publikasi yang memuat makalah review (tinjauan) hasil penelitian tanaman kacang-kacangan dan umbi umbian. Buletin ini diterbitkan secara periodik dua kali dalam setahun (Mei dan Oktober) oleh Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan ...