Permasalahan mengenai produktivitas pegawai yang belum maksimal menjadi fokus utama bagi perusahaan dalam menghadapi tuntutan efisiensi dan mutu pekerjaan. Riset ini bertujuan untuk mengkaji dampak dari program pengembangan (pelatihan) dan pemberian imbalan (kompensasi) terhadap performa pegawai di PT Mpaigelah. Metode yang dipakai adalah kuantitatif dengan rancangan eksplanatori, pendekatan korelasional, serta dilengkapi dengan deskripsi faktual. Populasi riset adalah seluruh pegawai PT Mpaigelah, dengan 38 orang sebagai responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner terstruktur berskala Likert lima poin. Variabel yang dikaji adalah pelatihan, kompensasi, dan kinerja pegawai. Teknik analisis data memanfaatkan Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) berbantu software SmartPLS melalui evaluasi outer model dan inner model. Temuan riset mengungkapkan bahwa pelatihan memberikan dampak positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, sementara kompensasi tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Hal ini menandakan bahwa pelatihan memiliki peran yang lebih krusial dibandingkan kompensasi dalam mendongkrak produktivitas pegawai. Karena itu, perusahaan disarankan untuk mempertajam kualitas program pelatihan sekaligus meninjau ulang sistem imbalan agar lebih berdampak pada peningkatan kinerja.
Copyrights © 2026