PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan produksi teh. Masalah yang dihadapi dalam proses produksi adalah tingginya downtime mesin Open Top Roller yang disebabkan oleh kerusakan pada komponen mesin seperti bearing, gigi worm, as, dan elektrik motor. Penelitian menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk menetukan interval waktu perawatan dengan pendekatan MTTF serta tindakan perawatan yang harus dilakukan dan Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) untuk menganalisis resiko kerusakan/kegagalan komponen mesin Open Top Roller dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisis penyebab kegagalan fungsi dan menentukan solusi perawatan yang optimal. Tujuan dari penelitian adalah menentukan tindakan perawatan mesin Open Top Roller untuk mengurangi downtime mesin dan frekuensi kerusakan. Berdasarkan hasil analisis RCM dan FMEA, tindakan perawatan yang dipilih untuk komponen kritis mesin Open Top Roller yaitu bearing, gigi worm, as, dan electric motor adalah Time Directed (TD) dengan waktu penjadwalan perawatan setiap komponen berbeda – beda seperti komponen bearing adalah 6 hari, gigi worm adalah 7 hari, as adalah 6 hari, dan electric motor adalah 8 hari. Sedangkan tindakan perawatan yang Condition Directed (CD) dengan monitoring sebelum, saat dan sesudah proses produksi adalah komponen VanBelt B78. Penerapan RCM diharapkan dapat meningkatkan efektivitas perawatan mesin, mengurangi frekuensi kerusakan, mengurangi downtime mesin dan mendukung kelancaran serta efisiensi proses produksi di PT. XYZ.
Copyrights © 2026