ABSTRACT: Implementasi manajemen yang dapat memperbaiki kondisi dan performa lembaga dalam rangka menjadi lembaga yang berkulalitas dan mempunyai daya tarik merupakan sebuah keharusan. Namun demikian, Ini berbeda dengan kondisi lokasi dampingan yang ada, dimana fungsi-fungsi manajemen tidak berjalan dengan baik yang pada gilirannya mengancam keberadaan lembaga itu sendiri. Untuk perbaikan dan peningkatan performa lembaga yang berkualitas inilah maksud dan tujuan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan. Kegiatan dampingan ini dilaksanakan mengikuti periodisasi Kepemimpinan kepala sekolah. Bentuk kegiatan dampingan yang dilaksanakan terdiri dari 3 fase. Fase pertama adalah Perencanaan dengan bentuk kegiatan melakukan analisis SWOT, Mengkaji dan merumuskan ulang visi dan misi lembaga, Merumuskan indikator-indikator visi dan misi, dan Merumuskan kegiatan implementatif pencapaian indikator visi dan misi. Fase kedua adalah organizing dan Actuating seperti: pelakasanaan re-recruitment tenaga struktural dan guru, Pelatihan manajemen kualitas, dan pelatihan budaya kualitas. Fase ketiga adalah evaluasi. Pada fase ini, tim penjamin mutu dan pendamping secara terencana melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan secara periodik, yaitu 3 bulanan. Fase ketiga adalah fase pengotrolan dan evaluasi. Hasil implementasi program pendampingan menunjukkan bahwa lembaga telah mampu melakukan analisis SWOT, merumuskan ulang visi, misi, program dan indikator pencapaiannya. Pelakasanaan program menunjukkan kinerja yang lebih optimal yang diindikasikan dengan meningkatnya semangat, dan kehadiran para pejabat struktural, para guru dan siswa dalam menjalankan peran, fungsi, dan tugasnya masing-masing. Untuk mencapai kesuksesan secara lebih komprehensif dalam rangka menuju sekolah unggulan, maka direkomendasikan agar pelaksanaan perbaikan melalui pendampingan ini dijalankan pada tahun kedua dengan titik tekan yang berbeda, seperti perbaikan kurikulum dan program kesiswaan.
Copyrights © 2026