Hasil analisis menunjukkan bahwa skor sentimen refleksi tidak berkorelasi signifikan dengan skor WHO-5 (r = –0.076, p = 0.694). Temuan ini mengindikasikan bahwa journaling reguler belum dapat digunakan sebagai indikator kuantitatif langsung untuk mendeteksi kesejahteraan psikologis siswa. Namun, refleksi tertulis tetap memiliki peran pedagogis penting sebagai media eksplorasi diri dan pemantik percakapan dalam proses coaching. Implikasi praktis menunjukkan bahwa guru dan coach sebaiknya memanfaatkan journaling sebagai titik awal dialog reflektif, bukan sebagai sistem deteksi otomatis. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis coaching mendorong perkembangan metakognisi dan kesadaran diri, meskipun tidak selalu mencerminkan kondisi emosional secara eksplisit.
Copyrights © 2026