Penelitian ini mengevaluasi efektivitas federated learning dalam mendeteksi alamat ilegal pada blockchain Ethereum untuk Anti Money Laundering (AML). Studi ini membandingkan XGBoost centralized dan federated dalam simulasi multi exchange, data dibagi secara horizontal menjadi 3 subset yang merepresentasikan entitas bursa independen. Untuk mengisolasi pengaruh pelatihan terdistribusi, pembagian data dilakukan secara homogen (IID), sehingga analisis difokuskan pada perbedaan mekanisme pembelajaran tanpa dipengaruhi heterogenitas data. Hasil menunjukkan bahwa model federated mencapai performa yang kompetitif dengan PR AUC 0,9962 dan akurasi 97,11%, dibandingkan model terpusat dengan PR AUC 0,9975 dan akurasi 97,75%. Namun, performa tersebut disertai peningkatan durasi pelatihan 4,01 detik dibandingkan 3,39 detik, yang disebabkan oleh beban komunikasi selama proses pembaruan model. Temuan ini menegaskan adanya trade off antara kinerja dan efisiensi dalam penerapan federated learning. Meskipun mampu mendekati performa pembelajaran centralized, pendekatan ini menimbulkan biaya operasional tambahan. Studi ini merupakan evaluasi dasar dalam kondisi terkontrol dan belum merepresentasikan skenario dunia nyata, sehingga diperlukan penelitian lanjutan pada data non IID dan skala sistem yang lebih besar.
Copyrights © 2026