Jamur tiram saat ini mulai banyak dibudidayakan oleh masyarakat perkotaan. Namun, suhu dan kelembapan yang ada di perkotaan kurang sesuai untuk pertumbuhan jamur tiram yang membutuhkan suhu 24 – 27 ºC dan kelembapan 80 – 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem berbasis Internet of Things dan Logika Fuzzy dengan Metode Tsukamoto yang dapat memantau serta mengendalikan kondisi suhu dan kelembapan pada kumbung jamur tiram. Pengujian membuktikan bahwa sistem mampu memantau kondisi suhu dan kelembapan secara real time dan menginformasikannya kepada petani. Selain itu, sistem juga terbukti dapat menjaga kondisi kumbung pada suhu rata-rata 25,96 ºC dan kelembapan rata-rata 87,18%. Penggunaan sistem ini juga berdampak positif terhadap keberhasilan pertumbuhan jamur tiram jika dibandingkan dengan jamur tiram dalam kumbung manual yang mengalami gagal panen. Dengan demikian, sistem ini telah berhasil mendukung keberhasilan budidaya jamur tiram pada lingkungan perkotaan. Abstract Oyster mushrooms are currently being cultivated by many urban communities. However, the temperature and humidity in urban areas are not suitable for the growth of oyster mushrooms, which require a temperature of 24–27 ºC and humidity of 80–90%. This study aims to develop an Internet of Things and Fuzzy Logic-based system Fuzzy Logic using the Tsukamoto method to monitor and control temperature and humidity conditions in oyster mushroom greenhouses. Testing demonstrated that the system can monitor temperature and humidity conditions in real time and communicate this information to farmers. Additionally, the system has been proven to maintain the cultivation house conditions at an average temperature of 25.96°C and an average humidity of 87.18%. The use of this system also has a positive impact on the success of oyster mushroom growth when compared to oyster mushrooms in manual sheds that experience crop failure. Thus, this system has successfully supported the cultivation of oyster mushrooms in urban environments.
Copyrights © 2026