Permasalahan utama yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa adalah rendahnya literasi keuangan serta belum diterapkannya sistem pembukuan yang tertib, khususnya dalam pemisahan keuangan usaha dan keuangan pribadi. Kondisi ini menyebabkan kesulitan dalam mengukur kinerja usaha secara akurat, termasuk dalam mengelola arus kas dan menghitung laba-rugi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan, keterampilan pembukuan, serta disiplin keuangan pelaku UMKM melalui integrasi pendekatan keuangan perilaku dan pembukuan digital di Desa Lengkong, Kecamatan Cerme. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan aplikatif yang meliputi tahapan identifikasi permasalahan, edukasi dan penyuluhan, praktik penyusunan pembukuan sederhana, serta pendampingan teknis berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep pengelolaan keuangan, peningkatan keterampilan dalam menyusun pencatatan keuangan sederhana, serta perubahan perilaku ke arah yang lebih disiplin dalam mencatat transaksi dan memisahkan keuangan usaha dengan pribadi. Selain itu, sebagian peserta mulai mengadopsi penggunaan pembukuan digital sederhana sebagai upaya meningkatkan efisiensi pencatatan. Dengan demikian, integrasi keuangan perilaku dan pembukuan digital terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas dan disiplin keuangan pelaku UMKM secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026