Abdul Malik. 2025. Manajemen Perubahan Dalam Tranformasi Digital Pelayanan Lalu Lintas Oleh Kepolisian: Studi Kasus Penerapan E-Tle Di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dibimbing oleh Mujahid dan Rosnaini Daga. Penelitian ini bertujuan (1) Menganalisis proses manajemen perubahan yang diterapkan oleh kepolisian dalam pelaksanaan transformasi digital melalui sistem E-TLE di kota Makassar (2) Mengidentifikasi tantangan internal dan eksternal yang dihadapi oleh Kepolisian dalam proses perubahan menuju digitalisasi penegakan hukum lalu lintas melalui E-TLE di Kota Makassar. Dilakukan pada Kantor Ditlantas Polda Sulawesi Selatan dan Polrestabes Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah Kasat Lantas kota Makassar, Kanit Regident, Kanit Turjawali, Operator E-TLE, Humas Polrestabes dan tokoh masyarat pengguna jalan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi digital dalam bentuk penambahan titik kamera E-TLE pada tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pelanggaran yang terdeteksi. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, perluasan jangkauan kamera tidak hanya memperbesar volume data pelanggaran lalu lintas yang terekam, tetapi juga menunjukkan efektivitas sistem dalam menjangkau lebih banyak titik strategis di Kota Makassar. Meskipun demikian, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi di lapangan. Beberapa hambatan yang muncul seperti perbedaan antara jumlah tangkapan kamera (capture) dengan data yang berhasil diverifikasi dan terkirim dalam sistem, serta faktor non-teknis berupa resistensi sebagian masyarakat yang masih belum sepenuhnya memahami mekanisme E-TLE. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen perubahan yang dilakukan oleh Polrestabes Makassar dalam transformasi digital pelayanan lalu lintas melalui E-TLE telah membawa capaian positif. Namun, kesuksesan ini masih perlu diimbangi dengan strategi adaptasi yang berkelanjutan, baik melalui peningkatan infrastruktur teknologi, penguatan koordinasi antarunit, maupun sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat untuk meminimalisir resistensi.
Copyrights © 2025