Obesitas merupakan indeks massa tubuh (IMT) di atas 30, dan merupakan faktor risiko signifikan terhadap penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis. Di kota Bandung, obesitas belum menjadi masalah kesehatan yang serius saat ini. Namun menurut penelitian, prevalensi obesitas pada remaja menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola hidup tidak sehat dengan kehidupan sosial remaja penderita obesitas. Penelitian ini akan melibatkan remaja usia 17-22 tahun di Kota Bandung dengan melakukan survei sebagai metode pengumpulan data. Metode analisis yang digunakan adalah analisis faktor menggunakan bantuan software SPSS. Hasil penelitian dan pembahasan mengidentifikasi dua faktor dominan, yaitu Faktor Asupan Sekunder (F1) dan Faktor Asupan Primer (F2), yang mempengaruhi perubahan berat badan. Faktor Asupan Sekunder mencakup variabel-variabel seperti konsumsi sayuran dan buah, aktivitas fisik, dan konsumsi alkohol, dengan Percentage of Variance sebesar 28.4%. Sementara itu, Faktor Asupan Primer melibatkan variabel-variabel seperti konsumsi makanan cepat saji dan konsumsi air putih, dengan Percentage of Variance sebesar 20.9%.
Copyrights © 2026